Senin, 28 November 2011

AIR BERBENTUK KERING


AIR BERBENTUK  KERING


Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water.

Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial.

Setiap partikel air kering mengandung titik kecil air yang dikelilingi oleh lapisan pasir silika. Faktanya, 95% air kering adalah air basah.
Ilmuwan yakin, air kering dapat digunakan untuk memerangi pemanasan global dengan menyerap dan menyaring karbon dioksida gas rumah kaca.
Ujicoba menunjukkan bahwa air kering 3 kali lebih baik dalam menyerap karbon dioksida daripada air biasa.
Air kering mungkin juga berguna untuk menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.
Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan risetnya mengenai air kering pada Pertemuan Nasional ke 240 American Chemical di Boston.

Dia mengatakan,Tidak ada zat seperti ini. Kita mungkin melihat air kering akan sangat berguna di masa depan.
Penggunaan lain yang didemonstrasikan tim Dr Carter adalah menggunakan air kering ini sebagai katalis untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.

Percobaan ini menghasilkan asam suksinat, bahan mentah kunci untuk membuat obat, bahan makanan dan produk konsumen. Hidrogen dan asam maleat biasanya dicampur bersama untuk menghasilkan asam suksinat.
Namun, hal ini tidak diperlukan saat menggunakan partikel air kering yang mengandung asam maleat di mana membuat prosesnya menjadi lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.
Jika kalian bisa menghapus kebutuhan untuk mencampur reaksi maka hal ini akan sangat menghemat energi, kata Dr Carter.
Teknologi ini dapat beradaptasi menciptakan emulsi air kering, campuran 2 atau lebih cairan yang tidak bisa dicampur seperti minyak dan air.
Emulsi kering dapat membuatnya lebih aman dan lebih mudah untuk menyimpan dan menghantarkan cairan yang memiliki potensi berbahaya.
Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan "emulsi bubuk kering" -- campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan -- seperti minyak dan air.

Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah.

Sumber :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11217885

Selasa, 22 November 2011

POTRET KEMISKINAN

TULISAN UMUM


POTRET KEMISKINAN


Lama dari mereka terbuang,begitu mudah tersingkirkan.Di tengah kezaliman,mengantar ruang kenistaan.Bertahan dari keadaan,berjuang untuk hidup.Bukan mereka pemalas, ataupun pembual belaka adanya.Mandi keringat,banting tulang tak segan mereka lakukan,meskipun hanya untuk bertahan hidup.

Teringat kembali ku pada sebagian kisah diantaranya,..mati bersama yang tersayang

Bersama 4 buah hatinya,pemulung lusuh mencoba bertahan,istri menghilang pergi bersama kelaliman,tanpa kesetiaan dan tanggung jawab.Menyusuri jalan,mengais bersama sampah,bau busuk sahabatnya.Tak malu ia menunggu,… sebagian orang yang membuang sisa makanannya.Ya,… ya,.. hanya tuk bertahan.

Hidup yang selalu di hampiri kesedihan,setiap pulang buah hatinya kian selalu menanyakan “bapak bawa apa?”,”ibu kapan pulang?”,”kenapa kami tak sekolah?”,pedih,… perih,.. menusuk dalam hati yang terasa pasti.Terbesit hati tuk mengakhiri penderitaan yang di alami kian terus menghantui.Pemulung itu mencoba meracuni buah hatinya dan mati bersama mereka.Di putuskannya hal itu.

Dengan menjual apa apa yang masih dia punya dan apa apa yang ada,di belikannya baju baju indah tuk buah hatinya,di belikannya makan makanan lezat tuk buah hatinya dan meracuninya.,,,
“ Nak sini, kita berkumpul,bapak ada kabar gembira untuk kalian.Hari ini bapak banyak rejeki,maka bapak belikan ini untuk kalian,dan baju ini dari ibu kalian.Besok ibu… ingin bertemu kalian dengan memakai baju ini,besok pagi sekali kita berangkat,maka pakailah baju ini sekarang supaya besok tidak terlambat”

Serasa angin syurga menyapa anak anak itu, ceria dengan baju baju itu .

“Sekarang makanlah kalian”
“Tidak,.. kami mau bapak yang menyuapin kami” Sahut anak sulungnya
Senyum bersama tangis hati, merona di muka pemulung,”Baiklah,, bapak akan menyuapin kalian satu persatu,dari puteri(anak bungsu) dulu ya,,?”
Mengangguk mereka seraya tak sabar menunggu.Satu persatu di suapinnya,penuh keceriaan di muka mereka dan seusainya di suruh tidur mereka,saatnya giliran pemulung yang makan makanan itu.

Bersama malam gelap gulita,…tlah terasa senja tiba,manakala menyapa seorang teman dari pintu luar…. Guna mengajak mengais sampah.
“Di….. wardi… kamu gak kerja ya…?”
Terbangun kaget pemulung… “Di mana aku,..ini Syurga.. apa Neraka..?”
Melihatnya ke samping buah hatinya masih tertidur,mencoba membangunkan mereka,.. dan,… tak bangun jua,…
“Mereka,… mereka,… tlah mati,… aku,..membunuh mereka,kenapa ku tak bersama mereka?”
Hanya tangis kesedihan penuh penyesalan,.. karena terundang suara tangisan,sesegera mungkin teman di luar,masuk rumah pemulung.

Sekarangpun pemulung itu harus meratapi kesedihannya di balik jeruji besi.
Sebenarnya siapa yang seharusnya merasa paling bersalah dalam kisah ini.

Sumber:  http://sastrapujangga.wordpress.com/2009/01/29/cerpen-kehidupan-potret-kemiskinan/