Rabu, 18 Juni 2014

POSTEST V-CLASS PPSI 2 : SUSUNAN STAF


Soal :

Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek.

Jawaban :
  1. Manajer Proyek (Project Manager)
PM adalah posisi pertama yang harus diisi. Pekerjaan ini diisi ketikaproyek masih sekilas di mata orang, karena PM yang pertamamenentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak.Manajer tingkat atas menugaskan PM. Mereka mencari seseorangyang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keahliankeahlianlain yang mereka cari adalah pengetahuan tentangmanajemen proyek, kemampuan mengorganisasi, dan keahlianteknik.Kadang-kadang pekerjaan PM membutuhkan aksi yang tidak umumseperti berkata “Tidak” untuk perubahan permintaan yangmenyimpang, mengumumkan kesalahan, atau mendisiplinkan orangorang.PM harus mengetahui orang-orang yang terlibat sama sepertidalam politik, prosedur-prosedur pemakaian, dan proyek perusahaan.Keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah kepemimpinanyang luas, kemampuan bernegosiasi dan diplomasi.
  1. Pimpinan Proyek (Project Leader)
Pimpinan Proyek adalah posisi kedua yang harus diisi. Sangatlah baikjika PM memilih orang ini. Pertama, PM harus bernegosiasi denganManajer Fungsional untuk tugas-tugas PL, kemudian yakinkan PLuntuk bergabung dalam tim. PL terdaftar pada proposal karenabanyak detail proposal dikerjakan oleh PL. Pekerjaan ini sangatbersifat teknis, karenanya pilihlah ahli yang terbaik. Jangan mencariorang yang tidak mempunyai pendirian. Lebih baik mencari orangyang dapat mengingat pembuatan detail keseluruhan proyektersebut.PL juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. PLakan memimpin keseluruhan wawancara dengan user dan menjadipengawas harian bagi programmer.
  1. Programmer
PM dan PL akan mulai berpikir tantang siapa yang dapat membentuktim pemrograman dan bertanya pada Manajemen Fungsional (jikadiperlukan) tentang kemampuan orang-orang ini (Programmer).Kemudian, ketika kontrak ditandatangani, mulailah mengumpulkantim programmer Anda.Pertama pilihlah Programmer dengan kemampuan pemrogramannya.Sebagai tambahan carilah keterangan tentang pengalaman mereka,tetapi bukan seseorang yang sudah melakukan hal yang samaselama 5 kali berturut-turut – orang ini akan bosan. Jika kandidattersebut tidak memiliki pengalaman yang sesuai, hal lain yang dapatdipertimbangkan adalah latar belakang tentang sistem operasi, atauhal lainnya.
  1. Programmer Ahli (The Guru Programmer)
Gaya hidup baru telah berevolusi sejak komputer ditemukan. Hal iniadalah Programmer Ahli atau “Hacker”. Orang ini bekerja secaramisterius, pada jam-jam yang aneh; suka menentang dan tidak maudiatur, hanya ingin mengerjakan tugas sesuai dengan keinginanya.Tetapi ahli dalam bidangnya, dapat membuat program tugas-tugasyang rumit 10 kali lebih cepat dari orang lain. Disarankan jika Andamemiliki orang ini, organisasikan sebuah tim dan 1 ahli ini dikelilingioleh para pemula. Hal ini akan sukses jika ahli tersebut senangmenjelaskan sesuatu kepada orang lain (seperti yang biasa merekalakukan) – para pemula akan belajar dari ahli ini.
  1. Programmer Pemula (The Junior Programmer)
Programmer pemula biasanya memiliki bakat dan mempunyaikeinginan untuk membuktikan diri mereka. Ada dua keahlian,bagaimanapun itu tidak selalu diajarkan di sekolah : komunikasitim dan komunikasi manajemen. Selalu ada kompetisi di sekolah.Bahkan pada sebuah tim proyek, para siswa tidak membantudiantara sesama mereka. Mereka mungkin tidak diajarkan untukberbagi pekerjaan kepada anggota tim yang lain. Dalam sebuahperusahaan seorang anggota tim hanya berhasil jika keseluruhan timberhasil.Bersamaan dengan itu, para siswa mungkin tidak diajarkan bahwapara manajer setiap saat harus selalu tahu apa yang sedangdikerjakan setiap orang dan bagaimana kemajuan tugas mereka. Inimungkin tidak dibutuhkan untuk sebuah tugas sekolah. Tetapi jikaanda mengajarkan Programmer Pemula untuk berkomunisasi, Andaakan memiliki anggota tim yang tidak terhingga nilainya.

PRETEST V-CLASS PPSI 2 : SUSUNAN STAF

Soal :

Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek? Jelaskan.

Jawaban :
  1. Anda membutuhkan seseorang yang dapat berkomunikasi, yangmerupakan bagian dari sebuah tim, serta dapat berbagipengetahuan dan ide-ide dengan baik, tetapi juga harus maumenjalankan ide-ide tersebut.
  2. Anda membutuhkan seorang pendengar yang baik, seseorangyang akan mendengarkan pendapat orang lain dan mau mengakuijika pendapat-pendapat tersebut lebih baik.
  3. Anda membutuhkan seorang yang terorganisir. Akan banyak tugasyang harus dilakukan, setiap tugas pada waktu yang tepat.
  4. Anda tidak membutuhkan seseorang yang perfeksionis. Pilihlahseorang yang dapat bekerja pada saat deadline. Selalu ada carayang terbaik, tetapi jika hal ini berhasil sekarang, keluarkan sesuaiwaktu, dan simpan kemajuan ini untuk versi berikutnya.
  5. Anda membutuhkan seseorang yang mempunyai kemampuanteknikterbaik, seorang analitis dan logis, dengan pengalaman

Selasa, 17 Juni 2014

TAHAPAN KERANGKA KARANGAN DI DALAM PENULISAN ILMIAH





Judul Penulisan Ilmiah             :  Pembuatan Aplikasi Transaksi Laundry Karisma Dengan MenggunakanVisual  Studio.Net 2010 Dan MySQL 


1.    Tahap Persiapan
Pada tahap ini saya melakukan persiapan dengan menginstal software yang saya butuhkan seperti Microsoft visual studio 2010 dan MY SQL untuk membuat aplikasi ini serta menemui customer untuk menanyakan apa saja yang di perlukan di dalam laundry tersebut untuk di aplikasikan kedalam aplikasi yang nantinya akan di buat dan juga meminta izin untuk mencantumkan nama laundry tersebut.

2.      Tahap Pengumpulan Data

Pada tahap ini saya mengumpulkan data tentang laundry karisma dengan mewawancarai pemilik laundry tersebut. Dan juga mengumpulkan data tentang apa saja transaksi yang di lakukan di laundry itu dan berapa harga setiap barang yang akan di cuci/laundry. Serta mengumpulkan data tentang konsumen yang dating ke laundry itu.

3.   Tahap Pengorganisasian
Pada tahap ini saya mengorganisasikan data data yang telah saya kumpulkan dan mulai memasukkan data data tersebut ke dalam program yang nantinya akan saya berikan kepada pemilik laundry tersebut.

4.    Tahap Pemeriksaan

Pada tahap ini saya melakukan pemeriksaan dengan teliti tentang aplikasi yang telah saya buat dan memeriksa kembali apakah data data yang telah saya masukan ke dalam aplikasi tersebut sama atau tidak dengan data yang di inginkan oleh pemilik laundry.

5.  Tahap Penyajian

Pada tahap ini saya menyajikan aplikasi saya dengan Visual Studio.Net 2010 dan Crystal Report sebagai output dari pencatatan transaksi di laundry tersebut.

Senin, 05 Mei 2014

POSTEST V-CLASS PPSI 1 : Rencana Tes Penerimaan

Soal : Terdapat 2 pendekatan yang umum digunakan untuk penerimaan yaitu 'Parallel Run' dan 'Penerimaan sedikit demi sedikit'. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan tersebut! Tuliskan jawaban Anda pada blog yang terkoneksi dengan studentsite.
Jawab :
A. Pendekatan Parallel Run

­   Kelebihan

1)     User dapat melakukan pengecekan data pada sistem lama.

2)    Dapat mendemostrasikan semua fungsi yang dijanjikan.

3)     Pendekatan parallel run  akan menambah dimensi dari peralihan sistem lama yang bekerja dengan perbandingan dan cadangannya.



­   Kekurangan

1)     Masalah kecil dapat membuat anda menjalankan kembali selama ‘X’ hari untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Kadang-kadang sistem software yang rumit tidak pernah 100% di-debug.

2)    Melakukan tutup buku. Sayangnya garansinya telah habis dan penjual (vendor) tidak mau memperbaikinya.

3)     Mungkin sulit untuk mencari penyebab dari suatu masalah, jika 10 user berada pada sistem yang interaktif dan sistem tersebut rusak.

4)    Tidak ada jaminan bahwa semua kelebihan sistem akan dicoba dalam ‘X’ hari.

5)    Biarkan end user  masuk ke sistem pada hari pertama yang penerapannya tidak terlalu berperan.



B.  Penerimaan Sedikit demi Sedikit

­   Kelebihan

1)     User tidak merasa takut tentang semuanya.

2)    Anda dapat mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan.

3)     Sebuah tindakan dengan tepat siapa yang mengetik ketika masalah terjadi.



­   Kekurangan

1)     Seharusnya tidak ada keengganan untuk menerima dan membayar jika metode ini digunakan.

2)    Memerlukan banyak pekerjaan untuk menulis ATP (Acceptance Test Paln / Rencana Tes Penerimaan).

3)     Dalam beberapa hal pemakai mungkin tidak akrab dengan pendekatan ini, tetapi anda dapat mengakrabkannya dengan metode yang baru.

Refrensi:
http://susahnyapengensukses.blogspot.sg/2011/04/pendekatan-parallel-run-dan-langkah.html

PRETEST V-CLASS PPSI 1 : Rencana Tes Penerimaan

SOAL
Menurut Anda apa yang akan terjadi jika diakhir Tes Penerimaan ternyata fungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal proyek, jelaskan. Tulis jawaban pada blog Anda yang terkoneksi dengan studentsite.

JAWABAN
Menurut saya, jika di akhir tes penerimaan ternyata fungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal proyek maka akan terjadi protes atau complain, dalam hal ini user (pengguna proyek) karena tidak sesuai dengan apa yang sudah ditulis di pernyataan bahwa produk yang dibuat sesuai dengan yang dijanjikan.

Mungkin tidak hanya terjadi protes atau complain dari user , bahkan bisa lebih dari itu. seperti pembatalan kontrak atau pengembalian beberapa persen uang yang telah di investasikan oleh user kepada si pembuat proyek (Tim Proyek) 

Jumat, 25 April 2014

KEBUDAYAAN SUKU JAWA DI INDONESIA



Suku bangsa Jawa adalah suku bangasa Indonesia yang paling banyak jumlahnya, menempati seluruh daerah jawa tengah, jawa timur dan sebagian jawa barat mereka menggunakan bahasa jawa secara keseluruhan, hanya saja terdapat perbedaan dialek di daerah tertentu. Suku bangsa jawa termasuk suku bangsa yang telah maju kebudayaannya, karena sejak zaman dahulu mereka telah banyak mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan, seperti : kedubayanan Hindu, Budha, Islam dan Eropa. Setelah mengetahui suku bangsa di Indonesia maka sekarang penyusun akan membahas tentang salah satu suku di Indonsia yaitu Suku jawa.
SISTEM KEPERCAYAAN ATAU RELIGI

  Agama yang dianut oleh sebagian besar suku jawa adalah Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan budha.
Pemeluk Agama Islam dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:

1.Golongan Islam Santri, yaitu golongan yang menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran Islam dengan syariat-syariatnya.
2.Golongan Islam Kejawen, yaitu golongan yang percaya pada ajaran Islam, tetapi tidak patuh menjalankan syariat Islam dan masih percaya kepada kekuatan lain.
Selain itu, orang Jawa masih percaya pada hal yang gaib atau kekuatan lain:

1.Percaya pada makhluk-makhluk halus seperti memedi, genderuwo, tuyul, setan, dan lain-lain.
2.Percaya pada hari baik atau naas.
3.Percaya pada hari kelahiran atau weton.
4.Percaya pada benda-benda pusaka, jimat, dan sejenisnya.

Sehubungan dengan berbagai kepercayaan, maka dilaksanakan upacara-upacara selametan sebagai berikut:
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan lingkaran hidup manusia, seperti mitoni, kematian, dan lainnya.
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan kehidupan desa, seperti bersih desa, penggarapan pertanian, dan lainnya.
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan pernikahan, seperti selamatan sepasaran setelah pernikahan.
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan peringatan hari-hari atau bulan-bulan besar Islam, seperti sekatenan atau grebeg maulud, sura, dan sebagainya.
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian tertentu, seperti melakukan perjalanan jauh, mulai membuat rumah, dan sebagainya.
·         Upacara selametan yang berhubungan dengan orang meninggal dunia, seperti selametan surtanah atau  (geblak), nelung dina, dan lainnya.

SISTEM KEKERABATAN

   Masyarakat Jawa menganut sistem kekerabatan bilateral atau parental, yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari bapak/ibu.
Istilah- istilah yang digunakan dalam sistem kekerabatan Jawa sebagai berikut:
1.Pakde dan Bude (uwa), yaitu semua kakak dari bapak dan ibu, baik laki-laki maupun perempunan beserta suami dan istrinya.
2.Paklik (Paman) dan Bulik (bibi), yaitu semua adik dari ayah dan ibu,baik laki-laki maupun perempuan beserta suami dan istrinya.
3.Nak Ndulur (Sepupu), yaitu anak dari pakde-bude dan paklik-bulik.
4.Misan, yaitu anak dari saudara sepupu.
Pada masyarakat Jawa, perkawinan dianggap ideal apabila diukur dari segi keyakinan dan kesamaan adat yang menunjukan adanya pemilihan jodoh ideal.
Ukuran ideal bagi pria adalah perhitungan bibit, bebet, dan bobot. Sedangkan bagi wanita, perhitungannya didasarkan pada mugen, tegen, dan rigen.
Pernikahan yang dilarang, yaitu menikah dengan:
1.Saudara kandung.
2.Pancer lanang (anak dari dua saudara kandung laki-laki).
3.Pihak laki-laki lebih muda abunya dari pihak perempuan.

SISTEM POLITIK DAN KEMASYARAKATAN

1.Dahulu, pada suku Jawa terdapat stratifikasi sosial yang dikenal dengan golongan bendoro, priyayi, dan wong cilik.
2.Stratifikasi sosial berdasarkan kepemilikan tanah, yaitu wong baku, kuli gondok (lindung), dan sinoman.
3.Dalam bidang pemerintah, pamong desa memilih seorang kepala desa (lurah) dengan semua pembantunya, seperti carik, juga tirta (ulu-ulu), dan juga baya. Tugas utama mereka adalah untuk meningkatkan kesejahteraan desa.

SISTEM EKONOMI

Sistem perekonomian masyarakat Jawa mencakup
1) Pertanian
Yang dimaksud pertanian disini terdiri atas pesawahan dan perladangan (tegalan), tanaman utama adalah padi. Tanaman lainnya jagung, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan sayur mayor, yang umumnya ditanam di tegalan. Sawah juga ditanami tanaman perdagangan, seperti tembakau, tebu dan rosella.
2) Perikanan
Adapun usaha yang dilakukan cukup banyak baik perikanan darat dan perikanan laut. Perikanan laut diusahakan di pantai utara laut jawa. Peralatannya berupa kail, perahu, jala dan jarring
3) Peternakan
Binatang ternak berupa kerbau, sapi, kambing, ayam dan itik dan lain-lain.
4) Kerajinan
Kerajinan sangat maju terutama menghasilkan batik, ukir-ukiran, peralatan rumah tangga, dan peralatan pertanian.
    Adapun mata pencaharian dalam suku Jawa atau masyaraakat Jawa biasanya bermata pencaharian bertani, baik bertani di sawah maupun tegalan, juga Beternak pada umumnya bersipat sambilan, selain itu juga masyarakat Jawa bermata pencaharian Nelayan yang biasanya dilakukan masyarakat pantai.


SISTEM KESENIAN

Sistem kesenian Jawa meliputi:
•  Bentuk rumah adat, misalnya rumah joglo, rumah l     imasan, dan lain-lain.
•  Seni tari, misal Tari Serimpi, Tari Gambyong, Tari Merak, dan lainnya.
•  Seni tembang, seperti Sewu Ora Jamu, Ngidung, dan sebagainya.
•  Pakaian Adat Jawa dapat berupa beskap, kebaya, batik, dan lain-lain.

ETIKA SEKSUAL JAWA

    Mengenai etika seksual di jawa tidak ada superior ataupun interior,semua pria dan wanita sama saja. Hanya tanggung jawabnya saja yang berbeda.dalam bidang seksual, masyarakat jawa condong untuk bersikap tegas. pada setiap perayaan-perayaan di desa, pria dan wanita duduk secara terpisah.
Para orang tua melarang keras jika putrinya berjalan dengan seorang pria. Mereka berpendapat bahwa anak muda tidak dapat menahan emosinya, Sehingga mereka takut terjadi sesuatu kepada putrinya.

Kesimpulan: Pada dasarnya di Indonesia merupakan bangsa yang paling banyak suku-nya diantara bangsa-bangsa yang lain dan diantara suku-suku itu yang paling banyak jumlah penduduknya yaitu suku bangsa Jawa sendiri yang menempati seluruh daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Jawa Barat. Adapun sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Jawa lebih didasarkan pada prinsip keturunan bilateral atau parental, sedangkan sistem klasifikasi dilakukan menurut angkatan-angkataya. Dalam system religi / kepercayaan suku Jawa mayoritas Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat suku Bangsa jawa. Walaupun ada sebagian lagi yang menganut bukan Islam yaitu Nasrani, Hindu, Budha dan aliran kejawen. Disini yang dimasud Islam yang dianut-Nya Islam Santri dan Islam Kejawen.

Sumber :
www. google.com/kebudayaanjawa.
http://danu-umbara18.blogspot.com/2013/04/kebudayaan-suku-jawa-di-indonesia.html

ETIKA BERBAHASA MERUPAKAN CERMINAN BUDAYA BANGSA





Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang baik dan buruk serta hak dan kewajiban (moral). Bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sedangkan budaya menurut Koentjaraningrat adalah suatu sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia. Dari pengertian-pengertian di atas dapat ditarik garis lurus bahwa penggunaan bahasa yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam berinteraksi dapat membentuk sebuah budaya yang kemudian budaya tersebut dapat dinilai baik buruknya berdasarkan etika seseorang atau kelompok dalam berbahasa. Ada pula statement yang menyatakan bahwa bahasa dapat mencerminkan suatu kebudayaan.
Penulis dapat menguraikan dua contoh mengenai etika berbahasa yang sangat erat kaitannya dengan budaya suatu bangsa. Yang pertama adalah contoh dari pemakaian etika berbahasa yang tidak benar. Contoh tersebut bisa terlihat dari maraknya tawuran antarpelajar, baik dari tingkat SMP, SMA, maupun perguruan tinggi sehingga memunculkan suatu budaya yang bersifat negatif. Mayoritas, alasan kedua belah pihak melakukan aksi tawuran adalah karena saling ejek-mengejek. Ejekan merupakan salah satu bentuk ujaran yang mempunyai bentuk negatif sehingga menimbulkan permasalahan antara si penutur dengan yang ditutur. Ejekan ini berakar dari penggunaan etika berbahasa yang tidak benar. Oleh karena itulah orang yang diejek akan merasa dilecehkan sehingga menimbulkan suatu perdebatan, bahkan menimbulkan aksi tawuran. Penulis juga mengkritisi kinerja para tenaga pengajar di berbagai institusi pendidikan yang terlibat aksi tawuran. Institusi tersebut mayoritas hanya memfokuskan peserta didik dalam bidang akademik tanpa memerhatikan kondisi psikologis dan mental peserta didik tersebut. Karena itulah sebuah institusi pendidikan harus memasukkan materi bimbingan dan konseling sehingga pihak institusi dapat mengetahui perkembangan dari pola perilaku peserta didiknya. Selain itu pula, pihak sekolah juga harus memasukan materi etika berbahasa di dalam kurikulum pendidikan, kemudian menerapkannya di lingkungan pendidikan sehingga nantinya peserta didik akan terbiasa menggunakan etika berbahasa dengan baik dan benar dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, diharapkan budaya tawuran antarpelajar di Indonesia akan semakin berkurang atau bahkan menghilang.
Yang kedua adalah contoh dari pemakaian etika berbahasa yang baik dan benar. Contoh tersebut dapat terlihat dari kunjungan para turis, baik domestik maupun internasional ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta merupakan sebuah daerah yang kebudayaan aslinya masih cukup kental. Lalu yang menjadi pertanyaan, “Apa hubungannya Yogyakarta dengan etika berbahasa yang mencerminkan kebudayaan bangsa?”
Yogyakarta dikenal dengan sebutan kota pelajar karena di sana banyak terdapat berbagai macam institusi pendidikan. Dengan sebutan inilah masyarakat di Yogyakarta selalu membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar ketika tengah berinteraksi dengan seseorang. Seperti yang diketahui, daerah Yogyakarta memiliki undak usut atau tingkatan-tingkatan bahasa di dalam semua percakapannya. Mereka selalu bisa menempatkan diri dalam memakai undak usut bahasa di setiap interaksinya dengan yang lain. Hal itulah yang membuat para turis merasa nyaman dan aman ketika berada di sana. Di samping magnet dari kebudayaan aslinya yang masih kental, masyarakat Yogyakarta pun sangat ramah terhadap siapa pun. Hal itu takbisa dilepaskan dari pemakaian etika berbahasa yang baik dan benar oleh masyarakat di sana. Itulah mengapa Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal dengan budaya masyarakatnya yang ramah tamah. Setelah itu, para turis kemudian kembali ke negara asalnya dan bercerita mengenai pengalamannya berlibur di Indonesia kepada teman-temannya. Dari situ lah Indonesia mulai dikenal dengan budaya masyarakatnya yang ramah tamah sehingga menyebabkan citra Indonesia di dunia internasional menjadi baik.
Berdasarkan penguraian di atas, maka jelaslah bahwa etika dalam berbahasa dapat mencerminkan budaya suatu bangsa.
Sumber : 
www.google.com/berbudayabahasa.
 http://bahasa.kompasiana.com/2013/06/07/etika-berbahasa-cerminan-budaya-bangsa-562958.html